Praktik berblok vs interleaving
Praktik berblok melatih satu keterampilan berulang kali sebelum beralih: AAAA, BBBB, CCCC. Praktik interleaving mencampurnya: ABCABCABC. Soal yang sama, waktu yang sama — hanya urutannya yang berubah.
Dalam studi demi studi, pelajar yang menggunakan interleaving tampil lebih buruk saat latihan tapi jauh lebih baik saat tes kemudian. Pencampuran itulah yang membuat pembelajaran bertransfer.
Mengapa terasa lebih sulit tapi bekerja lebih baik
Praktik berblok terasa lancar karena sekali kamu tahu sedang mengerjakan turunan, kamu berhenti memilih metode mana — kamu cukup menerapkannya. Itu kelemahan utamanya: dalam ujian nyata, tidak ada yang memberi tahu kamu metode apa yang diperlukan soal itu.
Interleaving memaksamu untuk pertama-tama mengidentifikasi jenis soal apa yang kamu hadapi, baru kemudian menyelesaikannya. Langkah identifikasi ini adalah persis keterampilan yang ujian uji, dan praktik berblok diam-diam melewatkannya.
Kapan interleaving berguna
Interleaving bersinar saat topik serupa dan mudah membingungkan — tipe soal dalam matematika dan fisika, kosakata mirip, konsep yang terlihat sama, kategori yang berbagi ciri.
Ini kurang penting untuk satu keterampilan terisolasi tanpa tetangga dekat untuk membingungkannya. Manfaatnya berasal dari belajar membedakan hal-hal yang berkaitan.
Cara melakukan interleaving
Sebagian besar tentang urutan, bukan pekerjaan ekstra:
- Campur topik dalam satu sesi review daripada satu topik per hari.
- Acak soal sehingga soal berurutan memerlukan metode berbeda.
- Pelajari beberapa dek terkait bersama-sama daripada menyelesaikan satu sebelum memulai yang lain — aplikasi spaced repetition secara alami melakukan interleaving untuk kartu yang jatuh tempo di seluruh dek.